Jumat, 30 Januari 2009


Era Transisi sebagai konsekwensi logis dari proses reformasi membuka mata setiap insan untuk melihat masa depan yang penuh reformasi membuka persaingan. Era ini telah membuat manusia-manusia berpendidikan sekalipun akan selalu mengalami pencerahan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam perubahan dan perkembangan zaman. Oleh karena itu Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada harus selalu ditingkatkan kualitasnya, baik knowledge, psikomotorik dan kemampuan aktualisasi dari individu dalam menyikapi perubahan yang terjadi agar tidak tertinggal dari individu yang lain. Setidaknya ada pegangan hidup dalam menyongsong harapan untuk mempercepat perubahan untuk mempengaruhi hasil (outcomes) kesatuan tujuan-tujuan.

Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam di Indonesia yang sekarang tersedia telah lebih mencapai kebutuhan jika dikelola dengan maksimal, tetapi pemenuhan yang diharapkan masih belum seimbang. Terjadilah kesenjangan yang luar biasa dimasyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan sumber daya tersebut untuk meningkatkan kesejahteraannya. Dari sini, dapat diprediksikan bahwa ada yang salah dengan sistem yang berlaku. Apa sesungguhnya yang terjadi di era transisi ini

Jika diperhatikan, sistem yang berjalan lebih mengarah pada pemenuhan hak ekonomi yang berbasis ideologi kapasitas dengan menempatkan kekuatan ekonomi pasar global sebagai penentuannya. Sistem ekonomi seperti ini akan mengarahkan kita pada pola hidup konsumtif dan kapitalis, sehingga nilai-nilai keadilan dan kedaulatan yang menjadi basis kehidupan warga negara, khususnya Indonesia termarginal dengan kekuatan-kekuatan tersebut. Disinilah era transisi demokratisasi di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian yang lebih.

Sama halnya IPNU, sebagai organisasi kader, IPNU akan mengundang pembahasan dan konsekwensi yang amat serius. Setidaknya sejak kembalinya IPNU ke basis awalnya, yaitu meneguhkan visi pelajar. IPNU masih berada pada masa transisi dalam menemukan jati diri yang sesungguhnya dan menghadapi segala proses yang berlangsung serta menemukan solusi yang efektif untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Sebagai organisasi kader, IPNU merupakan gambaran masa depan sebagai salah satu agen perubahan yang akan memberikan dukungan bagi pengembangan dan pemberdayaan SDM sebagai kunci utama dalam pembangunan sistem. Hal ini yang akan menciptakan paradigma dan peran baru yang akan dimainkan pelajar sebagai salah satu agen perubahan melalui pengidentifikasian kebutuhan dan penempatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan segala potensi yang dimilikinya dan dalam menghadapi serta memenuhi kebutuhannya, karena pada umumnya masalah-masalah yang terjadi dikalangan pelajar sangat dinamis dan kompleks.